User Settings
Article

LAPORAN TUGAS AKHIR STUDY TENTANG CUTTING FORCE MESIN BUBUT,PENGARUH RAKE ANGLE DAN KEDALAMAN PEMOTONGAN TERHADAP TENAGA YANG DIPERLUKAN UNTUK PEMOTONGAN

0

TL;DRAbstract

Proses permesinan merupakan suatu proses untuk menciptakan produk melalui tahapan-tahapan dari bahan baku untuk diubah atau diproses dengan cara-cara tertentu secara urut dan sistematis untuk menghasilkan suatu produk yang berfungsi. Salah satu macam dari permesinan tersebut adalah proses bubut. Dalam proses bubut, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi tenaga yang dibutuhkan, diantaranya yaitu kedalaman pemotongn (depth of cut), gerak pemakanan (feed rate), sudut pahat (rake angle) dan kecepatan pemotongan (cutting speed). Penelitian ini menguji bagaiman caranya supaya dial indicator yang semula digunakan untuk mengecek kelurusan suatu material, dapat juga digunakan untuk mengkur gaya potong pada pahat mesin bubut. Material yag digunakan adalah baja AISI 1010, baja AISI 1030 dan baja AISI 1050 dengan menggunakan variasi kedalaman pemotongan sebesar 1 mm, 1,5 mm, 2 mm, dan 2,5 mm, dan menggunakan variasi rake angle -30°, 0°, 30°, 45°, 60°, sedangkan gerak pemakannya adalah consta

Chat with Paper

AI Agents for this Paper

Proses permesinan merupakan suatu proses untuk menciptakan produk melalui tahapan-tahapan dari bahan baku untuk diubah atau diproses dengan cara-cara tertentu secara urut dan sistematis untuk menghasilkan suatu produk yang berfungsi. Salah satu macam dari permesinan tersebut adalah proses bubut. Dalam proses bubut, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi tenaga yang dibutuhkan, diantaranya yaitu kedalaman pemotongn (depth of cut), gerak pemakanan (feed rate), sudut pahat (rake angle) dan kecepatan pemotongan (cutting speed). Penelitian ini menguji bagaiman caranya supaya dial indicator yang semula digunakan untuk mengecek kelurusan suatu material, dapat juga digunakan untuk mengkur gaya potong pada pahat mesin bubut. Material yag digunakan adalah baja AISI 1010, baja AISI 1030 dan baja AISI 1050 dengan menggunakan variasi kedalaman pemotongan sebesar 1 mm, 1,5 mm, 2 mm, dan 2,5 mm, dan menggunakan variasi rake angle -30°, 0°, 30°, 45°, 60°, sedangkan gerak pemakannya adalah consta

Keywords

PhysicsRake angleMechanical engineeringEngineeringMachining

Chat

Click to start Chat