User Settings
Article

OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP EKSTRAK BUAHMAHKOTA DEWA ( Phaleria macrocarpa ( Scheff.) Boerl.)MENGGUNAKAN CAMPURAN PENGISI LAKTOSA, MANITOLDAN SORBITOL DENGAN SIMPLEX LATTICE DESIGN

0

TL;DRAbstract

Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) berkhasiat sebagai anti inflamasi. Sediaan yang beredar dipasaran kurang praktis terutama untuk pasien radang tenggorokkan. Sediaan tablet hisap penggunaannya lebih praktis, memberikan efek lokal pada tenggorokkan, nyaman dalam penggunaan dan tepat dosis. Tablet hisap membutuhkan bahan pengisi sekaligus pemanis salah satunya laktosa, manitol dan sorbitol. Kombinasi ketiga bahan laktosa-manitol-sorbitol dengan tujuan menutupi kekurangan yang dimiliki oleh setiap bahan pengisi. Tablet hisap dibuat menjadi sepuluh formula berdasarkan optimasi simplex lattice design dengan variasi konsentrasi laktosa-manitol-sorbitol yang berbeda yaitu: FI (1:0:0), FII (0:1:0), FIII (0:0:1), FIV (1/2:1/2:0), FV (1/2:0:1/2), FVI (0:1/2:1/2), FVII (1/3:1/3:1/3), FVIII (2/3:1/6:1/6), FIX (1/6:2/3:1/6), FX (1/6:1/6:2/3) dengan metode granulasi basah dan dianalisis dengan program Design-expert 8 menggunakan metode statistik ANAVA dengan taraf

Chat with Paper

AI Agents for this Paper

Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) berkhasiat sebagai anti inflamasi. Sediaan yang beredar dipasaran kurang praktis terutama untuk pasien radang tenggorokkan. Sediaan tablet hisap penggunaannya lebih praktis, memberikan efek lokal pada tenggorokkan, nyaman dalam penggunaan dan tepat dosis. Tablet hisap membutuhkan bahan pengisi sekaligus pemanis salah satunya laktosa, manitol dan sorbitol. Kombinasi ketiga bahan laktosa-manitol-sorbitol dengan tujuan menutupi kekurangan yang dimiliki oleh setiap bahan pengisi. Tablet hisap dibuat menjadi sepuluh formula berdasarkan optimasi simplex lattice design dengan variasi konsentrasi laktosa-manitol-sorbitol yang berbeda yaitu: FI (1:0:0), FII (0:1:0), FIII (0:0:1), FIV (1/2:1/2:0), FV (1/2:0:1/2), FVI (0:1/2:1/2), FVII (1/3:1/3:1/3), FVIII (2/3:1/6:1/6), FIX (1/6:2/3:1/6), FX (1/6:1/6:2/3) dengan metode granulasi basah dan dianalisis dengan program Design-expert 8 menggunakan metode statistik ANAVA dengan taraf

Keywords

PhysicsTraditional medicineMedicine

Chat

Click to start Chat