Efektivitas metode diskusi kasus dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang penyakit manular seksual dan HIV/AIDS di Kota Bukittinggi
TL;DRAbstract
Latar Belakang: Satu dari dua puluh remaja terinfeksi PMS setiap tahunnya dimana persentase tertinggi berada pada kelompok usia 15 sampai 19 tahun dengan ketidaktahuan mengenai PMS sebagai penyebabnya. Tingginya angka kejadian PMS dan HIV/AIDS ini merupakan permasalahan pada remaja yang disebabkan kurangnya akses terhadap informasi pendidikan kesehatan mengenai pencegahan dan penularan PMS dan HIV/AIDS. Situasi ini menyebabkan remaja membutuhkan pendidikan kesehatan PMS dan HIV/AIDS sehingga bentuk metode yang dapat mendukung efektivitas peningkatan kemampuan dalam pencegahan dan penularan PMS dan HIV/AIDS perlu diidentifikasi. Tujuan: Mengembangkan metode diskusi kasus untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang PMS dan HIV/AIDS. Metode: Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan non randomized pre test post test control group design. Sampel dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu kelompok pembelajaran diskusi kasus dan non diskusi kasus. Sampel berjumlah 100 orang t
Chat with Paper
AI Agents for this Paper
Latar Belakang: Satu dari dua puluh remaja terinfeksi PMS setiap tahunnya dimana persentase tertinggi berada pada kelompok usia 15 sampai 19 tahun dengan ketidaktahuan mengenai PMS sebagai penyebabnya. Tingginya angka kejadian PMS dan HIV/AIDS ini merupakan permasalahan pada remaja yang disebabkan kurangnya akses terhadap informasi pendidikan kesehatan mengenai pencegahan dan penularan PMS dan HIV/AIDS. Situasi ini menyebabkan remaja membutuhkan pendidikan kesehatan PMS dan HIV/AIDS sehingga bentuk metode yang dapat mendukung efektivitas peningkatan kemampuan dalam pencegahan dan penularan PMS dan HIV/AIDS perlu diidentifikasi. Tujuan: Mengembangkan metode diskusi kasus untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang PMS dan HIV/AIDS. Metode: Jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan non randomized pre test post test control group design. Sampel dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu kelompok pembelajaran diskusi kasus dan non diskusi kasus. Sampel berjumlah 100 orang t
Keywords
Chat
Click to start Chat