User Settings
Dissertation

Perbandingan jumlah asupan energi dengan metode Food Frequency Questionnaire, Food Records, dan Food Recall 24 jam pada remaja siswa-siswi SLTP dengan obesitas dan tidak obesitas di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul

0

TL;DRAbstract

Latar Belakang : Dalam pengukuran konsumsi makanan dengan metode food survey pada tingkat individu atau perorangan sering terjadi bias atau kesalahan. Setiap metode mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Metode food records memberikan hasil yang lebih akurat, tetapi terlalu membebani responden. Metode food frequency questionnaire dan food recall 24 jam lebih sering terjadi flat slope syndrome, yaitu kecenderungan bagi responden kurus untuk melaporkan lebih banyak dan responden yang gemuk melaporkan lebih sedikit. Tujuan Penelitian : Mengetahui perbandingan jumlah asupan energi dengan metode food frequency questionnaire, food records, dan multiple food recall 24 jam pada remaja siswa-siswi SLTP dengan obesitas dan tidak obesitas di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Metode Penelitian : Observasional dengan rancangan longitudinal. Sampel terdiri dari empat kelompok yaitu 20 remaja obes Kota, 20 remaja tidak obes Kota, 20 remaja obes Desa, dan 20 remaja tidak obes Desa. Sampel diambil

Chat with Paper

AI Agents for this Paper

Latar Belakang : Dalam pengukuran konsumsi makanan dengan metode food survey pada tingkat individu atau perorangan sering terjadi bias atau kesalahan. Setiap metode mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Metode food records memberikan hasil yang lebih akurat, tetapi terlalu membebani responden. Metode food frequency questionnaire dan food recall 24 jam lebih sering terjadi flat slope syndrome, yaitu kecenderungan bagi responden kurus untuk melaporkan lebih banyak dan responden yang gemuk melaporkan lebih sedikit. Tujuan Penelitian : Mengetahui perbandingan jumlah asupan energi dengan metode food frequency questionnaire, food records, dan multiple food recall 24 jam pada remaja siswa-siswi SLTP dengan obesitas dan tidak obesitas di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Metode Penelitian : Observasional dengan rancangan longitudinal. Sampel terdiri dari empat kelompok yaitu 20 remaja obes Kota, 20 remaja tidak obes Kota, 20 remaja obes Desa, dan 20 remaja tidak obes Desa. Sampel diambil

Keywords

PsychologyHumanitiesGynecologyMedicineArt

Chat

Click to start Chat