User Settings
Dissertation

HUBUNGAN ANTARA KADAR DEBU KAPAS DENGAN KAPASITAS VITAL PAKSA PARU TENAGA KERJA DI PT SINAR PANTJA DJAJA SEMARANG TAHUN 1999

0

TL;DRAbstract

Debu industri adalah salah satu penyebab penyakit paru akibat kerja. Debu ini salah satunya adalah debu kapas yang dihasilkan oleh industri tekstil dengan bahan baku kapas. Debu apabila dihirup oleh tenaga kerja dapat menimbulkan gangguan fungsi paru yaitu menurunnya nilai Kapasitas Vital Paksa paru. Pada stadium lanjut dapat menyebabkan fibrosis paru sehingga paru-paru kehilangan elastisitasnya dalam menampung volume udara. Tanaga kerja pada industri tekstil dalam proses produksinya terpapar oleh debu kapas yang dapat menyebabkan penyakit akibat kerja yang disebut byssinosis,. Lokasi penelitian adalah di PT Sinar Pantja Djaja Semarang pada unit III, bertujuan untuk menemukan jawabanapakah ada hubungan antara kadar debu kapas dengan Kapasitas Vital Paksa Paru Tenaga Kerja, dimana kadar debu kapas diukur dengan Personal Dust Sample, sedangkan fungsi paru diukur dengan alat Spirometer Mera EV. Penelitian ini menggunakan metode analitik yang bersifat eksplanatory dengan pendekatan

Chat with Paper

AI Agents for this Paper

Debu industri adalah salah satu penyebab penyakit paru akibat kerja. Debu ini salah satunya adalah debu kapas yang dihasilkan oleh industri tekstil dengan bahan baku kapas. Debu apabila dihirup oleh tenaga kerja dapat menimbulkan gangguan fungsi paru yaitu menurunnya nilai Kapasitas Vital Paksa paru. Pada stadium lanjut dapat menyebabkan fibrosis paru sehingga paru-paru kehilangan elastisitasnya dalam menampung volume udara. Tanaga kerja pada industri tekstil dalam proses produksinya terpapar oleh debu kapas yang dapat menyebabkan penyakit akibat kerja yang disebut byssinosis,. Lokasi penelitian adalah di PT Sinar Pantja Djaja Semarang pada unit III, bertujuan untuk menemukan jawabanapakah ada hubungan antara kadar debu kapas dengan Kapasitas Vital Paksa Paru Tenaga Kerja, dimana kadar debu kapas diukur dengan Personal Dust Sample, sedangkan fungsi paru diukur dengan alat Spirometer Mera EV. Penelitian ini menggunakan metode analitik yang bersifat eksplanatory dengan pendekatan

Keywords

Physics

Chat

Click to start Chat