User Settings
Dissertation

MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA OPERASI PENJUMLAHAN PECAHAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL(Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Bangbayang, Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis Tahun Pelajaran 2013/2014)

Nia Kurniasih-2014-11-13
0

TL;DRAbstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam operasi penjumlahan pecahan yang berpengaruh pada nilai hasil belajar matematika. Dari hasil ulangan formatip menunjukan 31 orang siswa kelas VI hanya 58,50% sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan target KKM mata pelajaran matematika kelas VI di SDN 2 Bangbayang,adalah 70. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, salah satu pendekatan yang dianggap dapat meningkatkan kemampuan operasi penjumlahan pecahan adalah pendekatan kontekstual. Dengan menggunakan pendekatan kontekstual, untuk penerapannya, memiliki tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat-belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), refleksi (Reflection), dan penilaian yang sebenarnya (Authentic). Melalui pendekatan Kontekstual diharapkan siswa mampu memahami sepenuhnya pembelajaran yang dilaksanakan khususnya pelajaran matematika di Sekolah Dasar. Sis

Chat with Paper

AI Agents for this Paper

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam operasi penjumlahan pecahan yang berpengaruh pada nilai hasil belajar matematika. Dari hasil ulangan formatip menunjukan 31 orang siswa kelas VI hanya 58,50% sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan target KKM mata pelajaran matematika kelas VI di SDN 2 Bangbayang,adalah 70. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, salah satu pendekatan yang dianggap dapat meningkatkan kemampuan operasi penjumlahan pecahan adalah pendekatan kontekstual. Dengan menggunakan pendekatan kontekstual, untuk penerapannya, memiliki tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme (constructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning), masyarakat-belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), refleksi (Reflection), dan penilaian yang sebenarnya (Authentic). Melalui pendekatan Kontekstual diharapkan siswa mampu memahami sepenuhnya pembelajaran yang dilaksanakan khususnya pelajaran matematika di Sekolah Dasar. Sis

Keywords

HumanitiesPsychologyPhysicsArt

Chat

Click to start Chat