KEMANDIRIAN DAN KEKERASAN TERHADAP ISTRI
TL;DRAbstract
Ketika perempuan masuk dalam lembaga perkawinan, yang dipercayai sebagai perwujudan ideal hubungan cinta antara dua individu, maka deretan pekerjaan seperti melahirkan, mengurus anak, suami dan rumah tangga sudah menanti. Menurut Ratih (2002), tanpa disadari baik oleh istri maupun suami, tugas-tugas tersebut akan mengikat badan, hati dan pikiran perempuan ke rumah sejak ia bangun pagi hingga malam hari. Kadang kala karena desakan kebutuhan ekonomi memang istri diperbolehkan untuk bekerja di luar rumah, tapi ini tidak membebaskan perempuan dari kewajiban yang utama. Semua berlangsung teratur, dengan asumsi beginilah seharusnya kehidupan berkeluarga yang normal dan alamiah, dimana suami sebagai pencari nafkah utama dan perempuan sebagai ibu dan pengurus rumah tangga.
Chat with Paper
AI Agents for this Paper
Ketika perempuan masuk dalam lembaga perkawinan, yang dipercayai sebagai perwujudan ideal hubungan cinta antara dua individu, maka deretan pekerjaan seperti melahirkan, mengurus anak, suami dan rumah tangga sudah menanti. Menurut Ratih (2002), tanpa disadari baik oleh istri maupun suami, tugas-tugas tersebut akan mengikat badan, hati dan pikiran perempuan ke rumah sejak ia bangun pagi hingga malam hari. Kadang kala karena desakan kebutuhan ekonomi memang istri diperbolehkan untuk bekerja di luar rumah, tapi ini tidak membebaskan perempuan dari kewajiban yang utama. Semua berlangsung teratur, dengan asumsi beginilah seharusnya kehidupan berkeluarga yang normal dan alamiah, dimana suami sebagai pencari nafkah utama dan perempuan sebagai ibu dan pengurus rumah tangga.
Keywords
Chat
Click to start Chat