CitedEvidence
User Settings
Dissertation

Pengaruh Fraksi N-Heksan dan Fraksi Sisa Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) Terhadap Perilaku Seksual Tikus Jantan Galur Wistar

Dian Melani-2009-01-01
0

TL;DRAbstract

Masalah disfungsi seksual dapat menyebabkan ketidak harmonisan dalam rumah tangga. Upaya untuk mengatasi masalah ini dengan mengkonsumsi testosteron, penggunaan testosteron jangka lama dapat menimbulkan efek samping fatal seperti kanker prostat. Pala adalah salah satu tanaman tradisional Indonesia mempunyai khasiat aphrodisiak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi n-heksan dan fraksi sisa biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) terhadap perilaku seksual tikus jantan galur Wistar yaitu introducing dan mounting. Penelitian ini menggunakan metode prospektif eksperimental sungguhan bersifat komparatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hewan coba yaitu 25 ekor tikus jantan yang dibagi secara acak dalam 5 kelompok perlakuan (n=5) kemudian diberi fraksi n-heksan Pala dosis 195 (KP-1) dan 390 mg/kgBB (KP-2), fraksi sisa Pala dosis 105 mg/kgBB (KP-3), kelompok pembanding diberi Eugenol 26 mg/kgBB, dan kontrol (Na-CMC 1%). Data yang diamati adalah perilaku seksual tikus

Chat with Paper

AI Agents for this Paper

Masalah disfungsi seksual dapat menyebabkan ketidak harmonisan dalam rumah tangga. Upaya untuk mengatasi masalah ini dengan mengkonsumsi testosteron, penggunaan testosteron jangka lama dapat menimbulkan efek samping fatal seperti kanker prostat. Pala adalah salah satu tanaman tradisional Indonesia mempunyai khasiat aphrodisiak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi n-heksan dan fraksi sisa biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) terhadap perilaku seksual tikus jantan galur Wistar yaitu introducing dan mounting. Penelitian ini menggunakan metode prospektif eksperimental sungguhan bersifat komparatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hewan coba yaitu 25 ekor tikus jantan yang dibagi secara acak dalam 5 kelompok perlakuan (n=5) kemudian diberi fraksi n-heksan Pala dosis 195 (KP-1) dan 390 mg/kgBB (KP-2), fraksi sisa Pala dosis 105 mg/kgBB (KP-3), kelompok pembanding diberi Eugenol 26 mg/kgBB, dan kontrol (Na-CMC 1%). Data yang diamati adalah perilaku seksual tikus

Keywords

PhysicsTraditional medicineMedicine

Chat

Click to start Chat