CitedEvidence
User Settings
Open AccessArticle

REKONSTRUKSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: SEBUAH UPAYA MEMBANGUN KESADARAN MULTIKULTURAL UNTUK MEREDUKSI TERORISME DAN RADIKALISME ISLAM

Indriyani Ma’rifah-2012-11-05-Digilib UIN Sunan Ampel Surabaya (UIN Sunan Ampel)
13PDF

TL;DRAbstract

Pasca tumbangnya rezim Orde Baru, aksi terorisme dan radikalisme Islam merebak di Indonesia. Betapa tidak, dalam kurun waktu tidak lebih dari satu dekade, bom silih berganti mengguncang republik pluralis ini. Sebut saja misalnya bom Bali I, bom Bali II, bom Kedutaan Besar Australia, bom Hotel JW Marriot I, bom Hotel JW Marriot II, bom Hotel Ritz Carlton, “bom buku” yang ditujukan ke sejumlah tokoh, “bom Jum’at” di masjid Mapolres Cirebon, dan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo. Radikalisme Islam juga merebak di mana-mana seperti penyerangan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten serta penyerangan pondok pesantren yang diduga beraliran Syiah di Pasuruan dan Sampang, Jawa Timur. Menanggulangi terorisme dan radikalisme Islam bukanlah perkara yang mudah. Sebab, terorisme dan radikalisme Islam bukan semata-mata gerakan sosial belaka, namun juga merupakan ideologi. Ideologi tidak mungkin dapat dibasmi hanya dengan pendekatan militer/keamana

Chat with Paper

AI Agents for this Paper

Pasca tumbangnya rezim Orde Baru, aksi terorisme dan radikalisme Islam merebak di Indonesia. Betapa tidak, dalam kurun waktu tidak lebih dari satu dekade, bom silih berganti mengguncang republik pluralis ini. Sebut saja misalnya bom Bali I, bom Bali II, bom Kedutaan Besar Australia, bom Hotel JW Marriot I, bom Hotel JW Marriot II, bom Hotel Ritz Carlton, “bom buku” yang ditujukan ke sejumlah tokoh, “bom Jum’at” di masjid Mapolres Cirebon, dan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo. Radikalisme Islam juga merebak di mana-mana seperti penyerangan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten serta penyerangan pondok pesantren yang diduga beraliran Syiah di Pasuruan dan Sampang, Jawa Timur. Menanggulangi terorisme dan radikalisme Islam bukanlah perkara yang mudah. Sebab, terorisme dan radikalisme Islam bukan semata-mata gerakan sosial belaka, namun juga merupakan ideologi. Ideologi tidak mungkin dapat dibasmi hanya dengan pendekatan militer/keamana

Keywords

Political scienceHumanitiesArt

Chat

Click to start Chat