Pengaruh pH Awal dan Lama Fermentasi terhadap Aktivitas Xilanase yang di Produksi oleh Aspergillus Niger dalam Media Tongkol Jagung
TL;DRAbstract
Xilanase merupakan enzim yang memiliki kemampuan untuk menghidrolisis xilan. Xilanase dapat diproduksi oleh Aspergillus niger secara fermentasi. Tongkol jagung merupakan salah satu limbah pertanian yang dapat menjadi media fermentasi untuk memproduksi xilanase. Pada penelitian ini serbuk tongkol jagung berukuran 40-70 mesh yang telah ditambahkan makro-mikro nutrien dan diatur pH awalnya dengan variasi 5; 5,5; 6 dan 6,5 lalu ditambah inokulum 10% (v/v) Aspergillus niger dan difermentasi selama 6 hari. pH awal dan lama fermentasi merupakan faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses fermentasi untuk mendapatkan aktivitas xilanase yang tinggi. pH awal dan lama fermentasi berpengaruh terhadap pertumbuhan Aspergillus niger. Aktivitas xilanase tertinggi diperoleh pada pH awal fermentasi 5,5 dan lama fermentasi 5 hari yaitu sebesar 34,6770 U/ml.
Chat with Paper
AI Agents for this Paper
Xilanase merupakan enzim yang memiliki kemampuan untuk menghidrolisis xilan. Xilanase dapat diproduksi oleh Aspergillus niger secara fermentasi. Tongkol jagung merupakan salah satu limbah pertanian yang dapat menjadi media fermentasi untuk memproduksi xilanase. Pada penelitian ini serbuk tongkol jagung berukuran 40-70 mesh yang telah ditambahkan makro-mikro nutrien dan diatur pH awalnya dengan variasi 5; 5,5; 6 dan 6,5 lalu ditambah inokulum 10% (v/v) Aspergillus niger dan difermentasi selama 6 hari. pH awal dan lama fermentasi merupakan faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses fermentasi untuk mendapatkan aktivitas xilanase yang tinggi. pH awal dan lama fermentasi berpengaruh terhadap pertumbuhan Aspergillus niger. Aktivitas xilanase tertinggi diperoleh pada pH awal fermentasi 5,5 dan lama fermentasi 5 hari yaitu sebesar 34,6770 U/ml.
Keywords
Chat
Click to start Chat