Efek Antelmintik Herba Jawer Kotok (Coleus herba var.Coleus scutellarioides (L.)Benth) Terhadap Ascaris suum Secara In Vitro
TL;DRAbstract
Helminthiasis merupakan masalah kesehatan yang perlu penanganan serius yang berhubungan erat dengan keterbelakangan dalam pembangunan sosial ekonomi dan erat kaitannya dengan sindroma kemiskinan. Penggunaan antelmintik menimbulkan banyak efek samping dan kontraindikasi yang menyebabkan masyarakat dapat memilih pengobatan lain yaitu dengan menggunakan pengobatan tradisional, salah satunya menggunakan herba jawer kotok (Coleus herba var. Coleus scutellarioides (L.) Benth). Tujuan penelitian untuk mengetahui efek antelmintik herba jawer kotok (Coleus herba var. Coleus scutellarioides (L.) Benth) sebagai antelmintik terhadap Ascaris suum secara in vitro. Desain penelitian eksperimental sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), bersifat komparatif. Penelitian menggunakan Ascaris suum, terdiri atas 7 kelompok perlakuan (n=30) yang masing-masing diberi herba jawer kotok dosis 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, NaCl 0,9% (kontrol), dan Pirantel pamoat 20% (pembanding), dilakukan dalam 4 kali pe
Chat with Paper
AI Agents for this Paper
Helminthiasis merupakan masalah kesehatan yang perlu penanganan serius yang berhubungan erat dengan keterbelakangan dalam pembangunan sosial ekonomi dan erat kaitannya dengan sindroma kemiskinan. Penggunaan antelmintik menimbulkan banyak efek samping dan kontraindikasi yang menyebabkan masyarakat dapat memilih pengobatan lain yaitu dengan menggunakan pengobatan tradisional, salah satunya menggunakan herba jawer kotok (Coleus herba var. Coleus scutellarioides (L.) Benth). Tujuan penelitian untuk mengetahui efek antelmintik herba jawer kotok (Coleus herba var. Coleus scutellarioides (L.) Benth) sebagai antelmintik terhadap Ascaris suum secara in vitro. Desain penelitian eksperimental sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), bersifat komparatif. Penelitian menggunakan Ascaris suum, terdiri atas 7 kelompok perlakuan (n=30) yang masing-masing diberi herba jawer kotok dosis 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, NaCl 0,9% (kontrol), dan Pirantel pamoat 20% (pembanding), dilakukan dalam 4 kali pe
Keywords
Chat
Click to start Chat