CitedEvidence
User Settings
Open AccessArticle

FRAKSINASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK ETIL ASETAT AGF SERTA KAJIAN POTENSINYA SEBAGAI BIONUTRIEN PADA PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L.)

Astri Rizki Nurmala-2013-12-02-Repository at Universitas Pendidikan Indonesia (Universitas Pendidikan Indonesia)

TL;DRAbstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etil asetat fraksi gabungan (FG) AGF serta potensinya sebagai bionutrien pada laju pertumbuhan dan hasil panen tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum L.). Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Fraksinasi dilakukan dengan metode kromatografi vakum cair (KVC), sedangkan analisis dan karakterisasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT), skrining fitokimia, dan spektroskopi FTIR. FG bionutrien AGF diaplikasikan sebagai pupuk organik cair dengan dosis 2 mL/L dan 10 mL/L, pelarut etil asetat digunakan sebagai blanko. Kontrol positif tanaman dilakukan dengan pemberian pupuk majemuk phonska dan pestisida “curacron EC 500” untuk mengetahui pola pertumbuhan tanaman cabai merah keriting dengan perlakuan seperti oleh petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat AGF memiliki metabolit sekunder dari golongan alkaloi

Chat with Paper

AI Agents for this Paper

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui golongan metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etil asetat fraksi gabungan (FG) AGF serta potensinya sebagai bionutrien pada laju pertumbuhan dan hasil panen tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum L.). Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Fraksinasi dilakukan dengan metode kromatografi vakum cair (KVC), sedangkan analisis dan karakterisasi dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT), skrining fitokimia, dan spektroskopi FTIR. FG bionutrien AGF diaplikasikan sebagai pupuk organik cair dengan dosis 2 mL/L dan 10 mL/L, pelarut etil asetat digunakan sebagai blanko. Kontrol positif tanaman dilakukan dengan pemberian pupuk majemuk phonska dan pestisida “curacron EC 500” untuk mengetahui pola pertumbuhan tanaman cabai merah keriting dengan perlakuan seperti oleh petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat AGF memiliki metabolit sekunder dari golongan alkaloi

Keywords

PhysicsHorticultureBiology

Chat

Click to start Chat