EKSEMPLAR MODERATISME ISLAM INDONESIA : REFLEKSI DAN RETROSPEKSI ATAS MODERATISME NU DAN MUHAMMADIYAH
TL;DRAbstract
Khasanah pemikiran Islam klasik memang tidak mengenal istilah ”moderatisme”. Namun demikian, penggunaan dan pemahaman atasnya biasanya merujuk pada padanan sejumlah kata dalam bahasa Arab, di antaranya al-wast, al-qist, al-tawazun, al-i’tidal, dan semacamnya. Oleh sejumlah kalangan ummat Islam, kata-kata tersebut terakhir dipakai untuk merujuk pada modus keberagamaan yang tidak melegalkan kekerasan sebagai jalan keluar untuk mengatasi berbagai persoalan teologis dalam Islam. Oleh karena moderatisme merupakan kata yang relatif dan dipahami secara subyektif oleh banyak orang, maka ia selalu mengundang kontroversi dan bias-bias subyektif. Ia juga tidak pernah netral dari berbagai macam kepentingan politik-ekonomi. Sebagai akibatnya, kepelikan semantik semacam inilah yang menyebabkan kita mengalami kesulitan untuk sampai pada tahap konklusif tentang apa dan siapa itu Islam moderat.
Chat with Paper
AI Agents for this Paper
Khasanah pemikiran Islam klasik memang tidak mengenal istilah ”moderatisme”. Namun demikian, penggunaan dan pemahaman atasnya biasanya merujuk pada padanan sejumlah kata dalam bahasa Arab, di antaranya al-wast, al-qist, al-tawazun, al-i’tidal, dan semacamnya. Oleh sejumlah kalangan ummat Islam, kata-kata tersebut terakhir dipakai untuk merujuk pada modus keberagamaan yang tidak melegalkan kekerasan sebagai jalan keluar untuk mengatasi berbagai persoalan teologis dalam Islam. Oleh karena moderatisme merupakan kata yang relatif dan dipahami secara subyektif oleh banyak orang, maka ia selalu mengundang kontroversi dan bias-bias subyektif. Ia juga tidak pernah netral dari berbagai macam kepentingan politik-ekonomi. Sebagai akibatnya, kepelikan semantik semacam inilah yang menyebabkan kita mengalami kesulitan untuk sampai pada tahap konklusif tentang apa dan siapa itu Islam moderat.
Keywords
Chat
Click to start Chat