Interaksi Sosial Keagamaan antara Umat Islam dan Umat Tri Dharma (Studi Kasus di Desa Penyangkringan Kec. Weleri Kab. Kendal)
TL;DRAbstract
\nInteraksi sosial keagamaan yang ada di Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal ini merupakan gambaran dari kerukunan yang sebagian kecil dari negara kita Indonesia. Gejala umum yang ditandai oleh beragamnya keyakinan dan hadirnya agama-agama besar adalah fitrah dalam diri manusa itu sendiri. Corak interaksi agama-agama ini kadang harmonis dan terkadang antagonisme. Oleh karena itu dalam perbedaan agama dikalangan masyarakat yang plural ini, haruslah kita mencoba unuk mengerti perbedaan agama bukanlah suatu penghambat sosial yang ada didalam masyarakat. \nDalam konteks kehidupan beragama secara fenomenologis, interaksi sosial keagamaan merupakan gambaran yang menunujuk kepada fakta adanya kerukunan suatu agama. Namun secara filosofis teologis mengacu kepada teori-teori tertentu-tentang interaksi diantara agama, dengan perbedaan dan persaingan untuk mengaku (sebagai) yang paling benar. Dalam kehidupan, sebuah masyarakat yang plural, terutama dalam segi agama, sa
Chat with Paper
AI Agents for this Paper
\nInteraksi sosial keagamaan yang ada di Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal ini merupakan gambaran dari kerukunan yang sebagian kecil dari negara kita Indonesia. Gejala umum yang ditandai oleh beragamnya keyakinan dan hadirnya agama-agama besar adalah fitrah dalam diri manusa itu sendiri. Corak interaksi agama-agama ini kadang harmonis dan terkadang antagonisme. Oleh karena itu dalam perbedaan agama dikalangan masyarakat yang plural ini, haruslah kita mencoba unuk mengerti perbedaan agama bukanlah suatu penghambat sosial yang ada didalam masyarakat. \nDalam konteks kehidupan beragama secara fenomenologis, interaksi sosial keagamaan merupakan gambaran yang menunujuk kepada fakta adanya kerukunan suatu agama. Namun secara filosofis teologis mengacu kepada teori-teori tertentu-tentang interaksi diantara agama, dengan perbedaan dan persaingan untuk mengaku (sebagai) yang paling benar. Dalam kehidupan, sebuah masyarakat yang plural, terutama dalam segi agama, sa
Keywords
Chat
Click to start Chat