User Settings
Open AccessDissertation

Film dan perempuan : gambaran ketidakadilan gender dalam film pendek "Maya, Raya, Daya"

Onggo, Dimas Vandityo-2007-01-01-UPT. Syiah Kuala University Library (Syiah Kuala University)

TL;DRAbstract

Film pendek "Maya, Raya, Daya" adalah sebuah film yang menceritakan tentang kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh tiga perempuan Jawa di tiga jaman yang berbeda pula, yakni tahun 1900, 1945, dan tahun 2000an. kekerasan ini dilatar belakangi oleh ketidakadilan gender yang menimpa kaum perempuan. Penelitian ini dilakukan secara semiotik dengan menggunakan metode analisis John fiske: The Codes of Television. Dengan menggunakan unit analisis setting, riasan, karakter, dialog dan konflik, peneliti mencoba untuk menggambarkan ketidakadilan gender pada perempuan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakadilan gender dapat dialami perempuan manapun, bahkan di tiga jaman yag berbeda sekalipun. Karakter perempuan Jawa, kebudayaan Jawa, pernikahan, menggambarkan bahwa kekerasan adalah praktik ketidakadilan gender yang berangkat dari ideologi patriarki yang menyatakan bahwa laki-laki lebih berkuasa dari perempuan. Yang pada ahkirnya perempuan melakukan pemberontakan atas ketidakadila

Chat with Paper

AI Agents for this Paper

Film pendek "Maya, Raya, Daya" adalah sebuah film yang menceritakan tentang kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh tiga perempuan Jawa di tiga jaman yang berbeda pula, yakni tahun 1900, 1945, dan tahun 2000an. kekerasan ini dilatar belakangi oleh ketidakadilan gender yang menimpa kaum perempuan. Penelitian ini dilakukan secara semiotik dengan menggunakan metode analisis John fiske: The Codes of Television. Dengan menggunakan unit analisis setting, riasan, karakter, dialog dan konflik, peneliti mencoba untuk menggambarkan ketidakadilan gender pada perempuan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakadilan gender dapat dialami perempuan manapun, bahkan di tiga jaman yag berbeda sekalipun. Karakter perempuan Jawa, kebudayaan Jawa, pernikahan, menggambarkan bahwa kekerasan adalah praktik ketidakadilan gender yang berangkat dari ideologi patriarki yang menyatakan bahwa laki-laki lebih berkuasa dari perempuan. Yang pada ahkirnya perempuan melakukan pemberontakan atas ketidakadila

Keywords

HumanitiesArt

Chat

Click to start Chat