UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL KULIT BATANG KERUING PUNGGUH (Dipterocarpus confertus SLOOT) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SERTA BRINE SHRIMP LETHALITY TEST
TL;DRAbstract
Keruing pungguh (Dipterocarpus confertus SLOOT) merupakan salah satu spesies dari familia Dipterocarpaceae yang terdapat di hutan tropis Asia terutama di wilayah Malesiana. Berdasarkan penelitian sebelumnya, familia Dipterocarpaceae mempunyai kandungan kimia yang memperlihatkan aktivitas antibakteri, antiinflamasi, sitotoksik, dan antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak metanol kulit batang keruing pungguh terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta toksisitasnya terhadap larva Artemia salina Leach. Uji antibakteri dilakukan dengan metode dilusi padat. Seri konsentrasi ekstrak metanol kulit batang D. confertus untuk uji antibakteri terhadap S. aureus adalah 4 mg/mL, 3 mg/mL, 2 mg/mL, 1 mg/mL, 0,5 mg/mL, sedangkan untuk E. coli adalah 5 mg/mL, 4 mg/mL, 3 mg/mL, 2 mg/mL, 1 mg/mL. Uji toksisitas ekstrak dilakukan dengan metode BSLT menggunakan 7-15 ekor larva artemia berumur 48 jam dalam mikroplate. Jumlah larva yang mati dihi
Chat with Paper
AI Agents for this Paper
Keruing pungguh (Dipterocarpus confertus SLOOT) merupakan salah satu spesies dari familia Dipterocarpaceae yang terdapat di hutan tropis Asia terutama di wilayah Malesiana. Berdasarkan penelitian sebelumnya, familia Dipterocarpaceae mempunyai kandungan kimia yang memperlihatkan aktivitas antibakteri, antiinflamasi, sitotoksik, dan antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak metanol kulit batang keruing pungguh terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta toksisitasnya terhadap larva Artemia salina Leach. Uji antibakteri dilakukan dengan metode dilusi padat. Seri konsentrasi ekstrak metanol kulit batang D. confertus untuk uji antibakteri terhadap S. aureus adalah 4 mg/mL, 3 mg/mL, 2 mg/mL, 1 mg/mL, 0,5 mg/mL, sedangkan untuk E. coli adalah 5 mg/mL, 4 mg/mL, 3 mg/mL, 2 mg/mL, 1 mg/mL. Uji toksisitas ekstrak dilakukan dengan metode BSLT menggunakan 7-15 ekor larva artemia berumur 48 jam dalam mikroplate. Jumlah larva yang mati dihi
Keywords
Chat
Click to start Chat