User Settings
Dissertation

Madzhab Tafsir Perspektif Post-Strukturalisme (Studi Kritis atas Logosentrisme Nalar Al-Qur’an Menurut Dekonstruksi Jacques Derrida)

1

TL;DRAbstract

Penelitian ini digunakan untuk membedah logosentrisme nalar al-Qur’an yang secara tradisi diwariskan turun-temurun (bi al-riwayah). Makna yang disampaikan Nabi, sahabat, tabi’in dan ulama menjadi sandaran (refrent), dan dianggap sebagai kebenaran akhir yang tidak boleh dikritik. Atas dasar ini terjadilah Unifikasi tafsir (monophonic exegesis) sebagai upaya melestarikan maksud Tuhan yang telah diinterpretasikan oleh Nabi. Setelah nabi wafat, otoritas tafsir diampu oleh para sahabat sebagai orang yang dianggap paling mengetahui maksud Nabi. Namun di kalangan sahabat mulai terjadi hierarki pemahaman terhadap al-Qur’an, yang menjadi rujukan utamanya yakni Khulafaur Rasidin, diikuti Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan seterusnya. Dan pada akhirnya di kalangan tabi’inmulai adanya klasifikasi madzhab tafsir. Klasifikasi ini terjadi karena ruang (pengajaran) tafsir yang berbeda, misalkan Ibnu Abbas yang mengamalkan tafsir di Makkah—kemudian disebut Madzhab Makkah. Pengikutnya seperti Ikrimah, Mujahid

Chat with Paper

AI Agents for this Paper

Penelitian ini digunakan untuk membedah logosentrisme nalar al-Qur’an yang secara tradisi diwariskan turun-temurun (bi al-riwayah). Makna yang disampaikan Nabi, sahabat, tabi’in dan ulama menjadi sandaran (refrent), dan dianggap sebagai kebenaran akhir yang tidak boleh dikritik. Atas dasar ini terjadilah Unifikasi tafsir (monophonic exegesis) sebagai upaya melestarikan maksud Tuhan yang telah diinterpretasikan oleh Nabi. Setelah nabi wafat, otoritas tafsir diampu oleh para sahabat sebagai orang yang dianggap paling mengetahui maksud Nabi. Namun di kalangan sahabat mulai terjadi hierarki pemahaman terhadap al-Qur’an, yang menjadi rujukan utamanya yakni Khulafaur Rasidin, diikuti Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan seterusnya. Dan pada akhirnya di kalangan tabi’inmulai adanya klasifikasi madzhab tafsir. Klasifikasi ini terjadi karena ruang (pengajaran) tafsir yang berbeda, misalkan Ibnu Abbas yang mengamalkan tafsir di Makkah—kemudian disebut Madzhab Makkah. Pengikutnya seperti Ikrimah, Mujahid

Keywords

HumanitiesPhilosophyArt

Chat

Click to start Chat